WASHINGTON - Satu-satunya toilet di stasiun luar angkasa internasional yang terletak dekat dengan orbit bulan rusak. Hal ini mengakibatkan keresahan yang 'mendalam' dari para kru.
Hingga saat ini ketiga kru luar angkasa yang berada di orbit harus mencari cara alternatif untuk membuang 'hajat' mereka. Mereka sempat menggunakan toilet di kapal kapsul Soyuz. Sayangnya kapasitas toilet tersebut sangat terbatas. Akhirnya mereka pun harus menggunakan kantong cadangan layaknya tempat pembuangan akhir yang ternyata terhubung langsung dengan toilet rusak tersebut.
"Toilet berusia 7 tahun tersebut memang pernah sempat rusak beberapa waktu lalu. Namun kerusakan itu tidak berlangsung lama seperti saat ini. Seperti sebuah rumah di mana saja di dunia ini, memiliki sebuah toilet adalah suatu keharusan," ujar juru bicara NASA Allard Beutel seperti dikuti melalui Associated Press, Kamis (29/5/2008).
Pesawat luar angkasa Discovery telah dijadwalkan untuk meluncur pada Sabtu pekan ini dan berencana untuk merapat sebentar di stasiun tersebut untuk membawa kebutuhan para awak. Namun untuk menempatkan kebutuhan yang dimaksud merupakan suatu hal yang sangat rumit dan tidak biasa. Hal ini dikarenakan kapasitas berat Diwcovery yang terbatas dan keseimbangannya pun harus diperhitungkan.
Kapasitas perangkat bawaan Discovery, sebuah laboratorium tambahan dengan berat 32.000 pon, merupakan perangkat yang cukup berat sehingga sebuah kumparan besar yang berfungsi sebagai sistem sensor harus dipindahkan untuk memperluas ruangan Discovery.
sumber: okezone.com
Sabtu, 05 Juli 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

RSS Feed (xml)


3 komentar:
"Akhirnya mereka pun harus menggunakan kantong cadangan layaknya tempat pembuangan akhir yang ternyata terhubung langsung dengan toilet rusak tersebut."
maksudnya botol, gitu??sama aja kayak di kereta ekonomi dong...hehehe
wahahha.. disono gak ada toilet umum seh.. hahaha..
Waduh. .
Mau buang hajat ajah susah, gimana bikin hajatan?
Poskan Komentar