JAKARTA - Orang tua ternyata memiliki andil besar atas kebiasaan merokok pada wanita.
Betapa tidak, hasil penelitian Koalisi untuk Indonesia Sehat menemukan adanya remaja putri yang merokok bersama orangtuanya.
"Dari riset yang kami lakukan terhadap 3.040 responden wanita usia 13 hingga 25 tahun di Jakarta dan Sumatera Barat, ditemukan bahwa 4,55% remaja putri usia 13 hingga 15 tahun mengaku bahwa mereka kadang-kadang merokok bersama orangtuanya," kata peneliti Koalisi untuk Indonesia Sehat Anti Hadi, Rabu (27/8/2008).
Tak heran, lanjut Anti, jika pihaknya mendapat kesimpulan bahwa saat ini rata-rata remaja wanita mulai merokok pada usia 14 dan 15tahun, serta 7% wanita muda menjadi perokok aktif.
Menurutnya hal itu lebih disebabkan karena kemudahan mengakses rokok.
Hasil survei penelitiannya menunjukkan bahwa 34,75% perempuan usia 13 hingga 15 tahun mengaku mudah mendapatkan rokok, baik dari promosi maupun warung terdekat.
Akibatnya lebih dari 88,78% wanita muda pernah merokok.
Untuk itu Anti menegaskan perlu adanya kebijakan melarang semua bentuk iklan dan promosi rokok, serta kebijakan menaikkan pajak dan cukai rokok.
Selain itu pemerintah juga perlu mempertimbangkan penerapan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok.
Pasalnya sebanyak 85,63% wanita muda dalam surveinya itu mendukung diberlakukannya peringatan kesehatan berupa gambar pada bungkus rokok.
"Karena di lapangan begitu mudah didapat oleh anak-anak, sehingga banyak hal yang harus dilakukan untuk mencegahnya. Lalu jangan pernah bosan memberi edukasi dampak rokok bagi perokok pasif," ungkap Anti.
sumber okezone.com
Rabu, 27 Agustus 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

RSS Feed (xml)


1 komentar:
untung gw ga ngeroko
Poskan Komentar